Kegiatan Kampus

SEMINAR “The Role of Nurses on Cardiac Arrest Risk in Hospital”

January 31, 2017 | By : Admin



Cardiac Arrest atau henti jantung merupakan penghentian normal sirkulasi dari darah akibat kegagalan jantung untuk berkontraksi secara efektif, dan jika hal ini tak terduga dapat disebut serangan jantung mendadak serta dapat pula dijelaskan dengan suatu keadaan darurat medis dengan tidak ada atau tidak adekuatnya kontraksi ventrikel kiri jantung yang dengan seketika menyebabkan kegagalan sirkulasi (Black & Hawks, 2014).

Angka kejadian henti jantung atau cardiac arrest di Amerika berkisar antara 35,7 sampai 128,3 kasus per 100.000 dengan rata-rata 62 kasus pertahun (Lyon, Robertson & Clegg, 2010), lalu ada sekitar 330.000 kematian yang disebabkan oleh cardiac arrest (Hravnak, & Rittenberger, 2012). Sedangkan angka kejadian yang terjadi di rumah sakit di Indonesia berkisar 10 dari 100.000 orang normal yang berusia 35 tahun dan pertahunnya mencapai sekitar 300.000 – 350.000 kejadian (PERKI, 2015).

Pasien yang dirawat di unit penyakit dalam, penyakit bedah maupun di rawat jalan serta unit hemodialisa, unit bedah atau unit di luar unit intensif dan gawat darurat juga berpotensi mengalami cardiac arrest. Cardiac arrest sebagian besar terjadi pada pasien dengan penyakit jantung, tetapi dapat juga terjadi pada pasien non-cardiac  seperti  pasien dengan penyakit paru, penyakit gunjal, DM, kanker, obstetrik, trauma, overdosis, overdosis obat, aspirasi dan sebagainya (Nolan, 2005)

Kejadian cardiac arrest pada pasien yang telah dirawat di unit penyakit dalam dan bedah tidak terjadi secara tiba-tiba, ada proses phisiologi yang dialami oleh pasien sebelum terjadinya cardiac arrest yang berpotensi besar mengalami kematian.  Peran utama perawat dalam hal ini adalah pengkajian secara rutin tanda-tanda vital dan kesadaran pasien dan  selanjutnya dapat mengidentifikasi kondisi abnormal dan tingkat kegawatan pasien, dengan demikian intervensi yang tepat dan cepat dapat dilakukan untuk tindakan penyelamatan pasien  (Rogers et al., 2008).

Perawat yang berperan utama dalam perawatan pasien  hendaknya memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang tepat dalam mencegah terjadinya cardiac arrest , dapat mengidentifikasi kondisi pasien yang berpotensi mengalami cardaic arrest dan dapat melakukan tindakan yang tepat pada pasien (Duncan & McMullan, 2012).

 

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

Hari dan tanggal       : Kamis, 26 Januari 2017

Waktu                     : 08.00 WIB sampai selesai

Tempat                   : Auditorium RS Sint Carolus Jakarta

(Jln. Salemba Raya No. 41 Jakarta Pusat).

 

Pembicara

  1. A.M. Onny Witjaksono,Sp.JP, FIHA

Managemen Cardiac Arrest pada Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan

  1. Rita Sekarsari, S.Kp., MHSM.,Sp.KV

Self Aware For Risk  Cardiac Arrest In Medical Surgical Nursing

  1. Ni Luh Widani, M.Kep.,Sp.Kep.MB

Deteksi Dini Resiko Cardiac Arrest di Ruang Rawat Inap dan Rawat Jalan

  1. Raden Rumiris Pardede, S.Kep

Caring for Cardiac Arrest Patient on Swanson Theories

 

 

Selamat untuk Mahasiswa S2 Keperawatan.

Success!